ISLAM, POLITIK DAN PEREMPUAN (Telaah Normatif dan Historis)

A. Pendahuluan

Kuatnya pengaruh stereotipe tentang perempuan, sebagaimana dikeluhkan para feminis juga masih ditemukan pada lingkungan sosial keagamaan yang bernaung di bawah label Islam. Dalam kasus-kasus tertentu, stereotipe tidak jarang menyebabkan kebingungan perempuan untuk mendefinisikan  diri, termasuk dalam kerangka menentukan pilihan atau orientasi politik dan media aktualisasi diri. Hal ini karena ada semacam ketakutan yang “dianggap” menyalahi idealisasi kultural yang selama ini disandangnya.

Secara khusus, kalangan feminis menyoroti dan menggugagt kasus-kasus stereotipe di atas. Karenanya, dalam konteks ini pulalah kelompok feminis lebih menyukai penggantian penggunaan vocabulary wanita menjadi perempuan, sebagaimana ditulis Teguh Is Winarto dalam bukunya Sexisme dalam Bahasa.

Mayling Oey-Gardiner, Evelyn Sulaeeman dan Rozydyanti memberikan contoh lain bagaimana strereotipe terhadap perempuan dalam dunia pendidikan juga meninggalkan persoalan tersendiri bagi perempuan berpendidikan. Pengangguran terdidik yang akhir-akhir ini banyak disoroti berbagai media, ternyata lebih banyak diisi oleh perempuan.

Hal ini disebabkan oleh karena image dan stereotipe yang selama ini dicitrakan terhadap perempuan, sehingga mengakibatkan mereka mendapat perlakuan kelas dua dalam peta penyerapan tenaga-tenaga terdidik di Indonesia untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Kalaupun mereka terserap, namun dengan gaji dan upah yang tidak setra dengan gaji tenaga kerja laki-laki.

Buah pemikiran Ibunda Dr. Umi Sumbulah, M.Ag selengkapnya dapat anda Download di SINI, Semoga bermanfaat and jangan lupa di-Comment yah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: