Fenomena Tarikh Tasyri’ di Indonesia

A. Pendahuluan

Sejarah tidak akan pernah kering dari beragam cerita dan peristiwa. Ia telah melahirkan ribuan karya dan jutaan manusia yang secara menawan telah mencoba melakukan kajian kesejarahan terhadap legislasi dan yurisprudensi dalam Islam. Mereka memiliki asumsi bahwa dinamika pemikiran Islam senantiasa menyediakan “lahan kosong” untuk perlu terus digarap agar khazanah keilmuan Islam senantiasa bisa berkembangan dan kembali memancarkan cahaya kejayaannya.

Salah satu unsur penting dalam Islam yang sarat akan khazanah keilmuan adalah fiqih atau Yurisprudensi. Bagaimana tidak, fiqh dengan karakter dasarnya yang elastis, dinamis dan fleksibel, akan senantiasa bergerak seiring dengan terus berkembangnya pola kehidupan umat manusia. Ini tidak terlepas dari makna dari fiqh itu sendiri, yaitu sekumpulan aturan agama yang digali dari sumber-sumbernya untuk kemudian diwujudkan secara kongkrit dalam prilaku hidup sehari-hari. Maka, ketika kehidupan meniscayakan adanya sebuah perubahan, fiqh pun tidak bisa menolaknya. Kecenderungan fiqih yang selalu berkembang ini memacu para ahli (Ulama) untuk terus berfikir dan berkarya agar tatanan hidup umat manusia bisa senantiasa harmonis dan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta.

Pada dasarnya, fiqh dengan karakter sebagaimana dimaksud di atas, merupakan sekumpulan aturan agama (syari’at) yang mencakup berbagai dimensi kehidupan manusia seperti, aqidah, ekonomi, sosial, politik, tata perundang-undangan dan lain sebagainya. Namun, dimensi fiqh yang demikian luas ini ternyata sering pengalami “pengkerdilan makna”. Di mana ia dipersempit cakupannya seolah hanya mengatur masalah peribadatan yang bersifat ritual-simbolik serta hubungan antar manusia (muamalat) secara sempit. Hal ini mendapat kritik serius dari beberapa Ulama seperti Manna’ al-Qatthan dan beberapa ulama lainya, serta tidak bisa dibenarkan ketika seseorang ingin melakukan eksplorasi mendalam terhadap fiqh. Selain itu, ia –Manna’ al-Qatthan – juga menegaskan adanya perbedaan yang prinsipil antara aturan hidup dalam Islam (syariat) dengan aturan hidup yang ada pada agama lain, begitu pula ada perbedaan yang mendasar antara syariat Islam dengan tata perundang-undangan dalam sistem hukum positif.

Dalam Islam, syari’at merupakan aturan hidup yang bersifat samawi (transenden) dan ardli (membumi) sekaligus. Artinya, peran Tuhan dalam pembentukannya sangat menentukan. Di samping juga dialektika-progressif (bukan istilah akademik) antara syari’at dengan problem sosial di sekitarnya juga turut berperan dalam proses pembentukannya. Oleh karena itu, tidak salah jika syariat Islam juga sering disebut sebagai hukum yang bersifat kewahyuan (revelation law).
Hal lain yang menjadi keistimewaan syari’at Islam adalah bahwa ia disyariatkan secara universal kepada seluruh umat manusia pada setiap masa dan tempat. Batas locus dan tempus tidak berlaku pada syari’at Islam. Ini tentunya berbeda dengan syari’at yang ada pada agama lain. Meskipun berasal dari satu sumber (Tuhan), syari’at pada agama lain hanya diperuntukkan kepada sekelompok umat yang menjadi sasaran dakwah seorang utusan Tuhan (rasul). Ini pun hanya akan berlaku selama Tuhan belum mengutus Rasul-Nya yang baru.
Dari sini, jelaslah bahwa dimensi transendental (samawi) serta universal yang dimiliki oleh syariat Islam tidak dimiliki sepenuhnya oleh syariat agama lain. Apalagi oleh aturan hidup yang hanya dibuat manusia dalam bentuk perundang-undangan.
Mengingat begitu luas dan pentingnya fiqh, maka menjadi hal yang penting untuk diketahui, tentang bagaimana fiqh berkembang, khususnya di wilayah Indonesia serta proses apa saja yang mengitari perkembangannya. Kesemuanya ini akan terjawab manakala fiqh bisa dikaji secara mendalam dari sisi kesejarahan serta metodologinya. Yang jelas, apa yang dapat dilihat dan dipahami oleh kaum muslimin sekarang sebagai fiqh, tidak lahir sebagai produk instan yang langsung jadi. Melainkan ia telah melalui berbagai proses dan masa serta perhelatan intelektual dan politik yang melelahkan.

Dari sini, penulis mencoba menyusun makalah ini berdasarkan data-data yang diperoleh pada setiap periode sejarah terhadap fenomena perjuangan tasyri’ islam yang ada di wilayah Indonesia. Tentunya, dalam makalah ini, segala data yang berhubungan dengan  perkembangan tasyri’ (legislasi) dan fiqh (yurisprudensi) Islam. Upaya ini akhirnya menghasilkan sebuah kajian kesejarahan yang disusun secara periodik dan sistematis. Periodisasi yang disusunnya terbagi kedalam tiga masa, yaitu: masa kerajaan, fiqh di awal kemerdekaan, serta fiqh pasca reformasi higga sekarang.

B. Rumusan Masalah.
Berdasarkan pada pemikiran di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan makalah adalah :

  1. Bagaimana upaya penegakan syariat islam pada masa kerajaan?
  2. Bagaimana upaya penegakan syariat islam pada masa kemerdekaan?
  3. Bagaimana upaya penegakan syariat islam pasca reformasi?
  4. Apa yang menjadi dasar dan landasan hukum penerapan syariat islam di Indonesia?
  5. Apa yang menjadi tantangan penerapan syariat islam di Indonesia?

Makalah selengkapnya dapat anda download di SINI, Semoga bermanfaat and jangan lupa di comment yah..

5 responses to this post.

  1. Posted by Bambang on 18 April 2012 at 5:23 PM

    Terimakasih, Karena Sangat bermanfaat. Semoga Kebaikannya akan dibalas Oleh Allah. Amiin.

    Balas

  2. Posted by farisca on 13 Mei 2013 at 3:27 AM

    mbk,, sya mau ngrangkum makalah pean buat tugas tp g bza baca2, d bka n d download..:( cma pendahuluannya az mbk..

    Balas

  3. Mohon maaf, berhubung cukup lama saya tidak mengelola blog ini, jadi maaf kalau tidak terurus. Insya Allah link Download untuk file-nya sudah diperbaiki. Makasih……

    Balas

  4. Posted by Noer on 6 November 2013 at 4:43 AM

    Jazakillah ukhti..mohon izin copas ya sebagai bahan penyempurna tugas.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: