Tarikh Tasyri’ Pada Periode Mujahiddun

BAB I

PENDAHULUAN

 
A. Latar Belakang

Pada awal abad kedua hingga pertengahan abad keempat hijriyah dapat dikatakan sebagai fase keemasan, karena hukum Islam pada masa tersebut mengalami perkembangan dan kemajuan yang pesat. Ijtihad hukum dari sumber-sumber hukum juga berkembang pesat.

Ulama-ulama pada masa ini sangat giat dalam penulisan-penulisan dan pembukuan terhadap hukum-hukum Islam, seperti penulisan dan pembukuan hadits-hadits Nabi SAW, fatwa-fatwa para sahabat serta para Tabi’in, tafsir al Quran, kumpulan pendapat imam-imam Fiqih, dan penulisan ilmu Ushul Fiqih. Banyak hal  yang mempengaruhi keadaan tersebut diantaranya adalah karena luasnya wilayah Islam pada masa itu sehingga karena luasnya wilayah tersebut mendorong pemerintahan dan para ulama mengumpulkan dan membukukan hukum-hukum Islam dan fatwa-fatwa yang dapat dijadikan pedoman agar dapat menyebar keseluruh pelosok wilayah Islam. Selain itu dimasa tersebut telah lahir ulama-ulama Mazhab Mustaqqil yang sangat giat menggali hukum dari sumber-sumber hukum Islam. Diantaranya adalah Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali yang madzhab-madzhabnya sampai sekarang masih eksis dalam kehidupan umat Islam.

Setelah meninggalnya  para imam tersebut sampailah pada periode tarjih dalam mazhab fiqh atu yang lebih dikenal dengan masa Murajjihun . Periode ini dimulai dari pertengahan abad ke-4 sampai pertengahan abad ke-7 Yang dimaksudkan dengan tarjih (Murajjhun) adalah upaya yang dilakukan ulama masing-masing mazhab dalam mengomentari, memperjelas dan mengulas pendapat para imam mereka. Periode ini ditandai dengan melemahnya semangat ijtihad dikalangan ulama fiqh.

Ulama fiqh lebih banyak berpegang pada hasil ijtihad yang telah dilakukan oleh imam mazhab mereka masing masing, sehingga mujtahid mustaqill (mujtahid mandiri) tidak ada lagi. Sekalipun ada ulama fiqh yang berijtihad, maka ijtihadnya tidak terlepas dari prinsip mazhab yang mereka anut. Artinya ulama fiqh tersebut hanya berstatus sebagai mujtahid fi al-mazhab (mujtahid yang melakukan ijtihad berdasarkan prinsip yang ada dalam mazhabnya). Akibat dari tidak adanya ulama fiqh yang berani melakukan ijtihad secara mandiri, muncullah sikap  at-ta’assub al-mazhabi (sikap fanatik buta terhadap satu mazhab) sehingga setiap ulama berusaha untuk mempertahankan mazhab imamnya. Maka dipandang penting mengkaji lebih dalam sejarah tarikh tasyri’ pada masa Murajjihun ini, gejala-gejala tasyri’, keadaan hukum Islam dan ulama-ulama yang hidup di masa tersebut serta eksistensinya.

 B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana keadaan pemerintahan dan hukum Islam di masa Murajihun ?
  2. Siapa ulama-ulama yang hidup pada masa Murajjihun ?
  3. Bagaimana gejala-gejala tasyri’dan eksistensi ulama di masa Murajjihun?
  4. Bagaimana kodifikasi hukum pada masa Murajjihun ?

File selengkapnya bisa di download DISINI. Seoga bermanfaat….

5 responses to this post.

  1. Thx atas bantuanx gan.. Alhmdllh dpt referensi yg paaaaas dg kbutuhn, Fileny dh ke unduh.. double jempol dr ane..

    Balas

  2. Posted by Noer on 4 Desember 2013 at 10:04 AM

    Izin Copy Ya…sebagai bahan referensi makalah..:)…terus berkarya

    Balas

  3. Posted by heri on 2 April 2014 at 3:26 PM

    keren tante materinya…

    Balas

  4. Posted by alfiannnur on 20 Desember 2014 at 11:41 AM

    periode modern ada gak gan?

    Balas

  5. Posted by kiki on 5 Mei 2015 at 9:07 AM

    linknya kok valid?
    saya perlu file ini. tolong bantuannya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: