Archive for the ‘Kumpulan Makalah Pemikir Islam Modern’ Category

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)

A. Pendahuluan

Eksistensi Hukum Islam sejak masa penjajahan sampai sekarang, telah mengalami reduksi dan eliminasi sehingga mengakibatkan polemik dibidang politik yang berkepanjangan antara umat Islam dan elemen-elemen bangsa lainnya. Keberadaan paham kebangsaan, dengan dalih pluralism dan nasionalisme, selalu menjadi ganjalan setiap kali ada usaha memasukkan unsure-unsur syariat Islam kedalam ideologi negara melalui rancangan perubahan konstitusi atau perundangan lainnya.

Namun, atas dasar keinginan untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi dan kewajiban menjalankan syariat Islam berdasarkan perintah-Nya, umat Islam Indonesia terus berupaya memperjuangkan penerapan syariat Islam untuk mewujudkan cita-cita besar mereka, yaitu terbentuknya masyarakat madani. Secara politis-ideologis ditingkat konstitusi, diyakini sudah tidak memungkinkan ideologi politik bangsa diubah berdasarkan syariat Islam karena akan berbenturan dengan berbagai elemen bangsa yang sangat beragam.

Disisi lain, secara politis-yuridis, melalui proses formalisasi hukum syariat Islam dengan memasukkan unsure-unsur hukum Islam kedalam system tata hukum Indonesia, masih sangat memungkinkan syariat Islam dapat ditegakkan. Keberpihakan pemerintah terhadap umat Islam sejak era reformasi untuk melegislasi syariat Islam, walaupun masih sebatas wilayah hukum privat yang berkenaan dengan ubudiah dan muamalah, merupakan angin segar yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Baca lebih lanjut

Nasr Hamid Abu Zayd

A. Pendahuluan

Setiap agama-agama yang ada di dunia, baik itu monoteis maupun politeis, atau agama samawi dan ardhi, tentu mempunyai sejarahnya sendiri-sendiri dalam menapaki perjalanan panjang menyebarkan ajaran agama kepada umat di dunia begitu juga dengan Islam, sebagai agama monoteis yang terakhir dan dipercaya umatnya sebagai agama rahmatan lil a’lamiin, telah terjalindengan suatu konstruksi kebudayaan dan pemikiran di setiap zaman yang telah dilaluinya.

Di mana dalam setiap zamannya telah melahirkan berbagai macam aliran pemikiran yang terkesan secara selintas mereduksi makna Islam itu sendiri. Pemikiran yang telah mewarnai segala macam ranah islami dalam setiap konteksnya. Tentunya mempunyai implikasi yang besar bagi perilaku kehidupan dan pola pikir umatnya.

Baca lebih lanjut

Muhammad ‘Abid Al-Jabiri

A. Pendahuluan

Empat dekade terakhir ini merupakan periode sangat krusial dalam sejarah pemikiran Islam. Karena dalam rentang waktu empat puluh tahun inilah sebuah tren pemikiran dan kesarjanaan Islam baru telah muncul di tengah-tengah masyarakat Muslim. Perkembangan ini ditandai dengan menjamurnya karya-karya akademis dan intelektual yang secara radikal menyikapi warisan budaya dan intelektual Islam. Sulit untuk menafikan bahwa tren ini sangat kuat sekali di pengaruhi oleh apa yang sedang berkembang di dunia filsafat, ilmu-ilmu sosial dan humaniora di Barat. Para advokator pemikiran ini banyak mengadopsi teori kritik, dalam berbagai bentuk ekpresi dan representasinya, mulai dari Hegel hingga Karl Marx dan terus turun hingga ke Hannah Ardent, Max Horkheimer dan Jurgen Habermas, yang dianggap sebagai kekuatan sentral dalam tradisi kritik Barat.

Baca lebih lanjut

Munawir Sadzali

A. Pendahuluan

Pembaharuan mengandung arti fikiran, aliran, gerakan dan upaya untuk memahami kembali sumber Islam dengan melepaskan diri dari pemahaman lama dengan maksud untuk merelevankan Islam dengan suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Maksud pembaharuan disini bukan ditujukan untuk mempertanyakan keabsahan sumber ajaran Islam, melainkan upaya mengubah pola pemikiran umat Islam agar tidak terikat secara kaku kepada pola pemahaman dan pemikiran masa lampau.

Istilah pembaharuan ini sudah sering kita dengar pada era 80an yang digulirkan oleh para cendekiawan Islam pada saat itu. Sebut saja Nurcholis Majid, Abdurrahman Wahid, Djohan Effendi, dan Amin Rais. Tidak ketinggalan juga yang ikut meramaikan wacana pembaharuan ini adalah Munawir Sjadzali, yang pada waktu itu sedang menjabat Menteri Agama Republik Indonesia selama dua periode (1983-1988 dan 1988-1993).

Baca lebih lanjut

Atho’ Mudzhar

A. Pendahuluan

Pemikiran keislaman adalah sebuah upaya memahami nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam yang berfungsi sebagai pencerahan terhadap umat manusia (Islam merupakan ajaran universal) untuk kesejahteraan dan kebaikan hidup . Hidup dan kehidupan pada hakekatnya ditentukan oleh manusia sendiri, sehingga ekses yang dihasilkan baik atau buruk dalam kehidupan itu sangat ditentukan oleh manusia. Sesungguhnya disinilai titik urgensitas peran dan fungsi ajaran Islam sebagai pendorong peningkatan kualitas hidup umat manusia agar dapat memposisikan umat manusia pada harkat dan martabatnya yang paling luhur.

Baca lebih lanjut

Muhammad Syahrur

A. Pendahuluan

Muhammad Syahrur dilahirkan di Damaskus, Syiria, pada tanggal 11 April 1938. Pendidikan dasar dan menengah di tempuh di sekolah-sekolah di Damaskus hingga pada tahun 1957, ia memperoleh ijazah kelulusan dari sekolah ‘Abd al-Rahman al-Kawakibi. Pada Bulan Maret 1958 ia dikirim oleh pemerintah ke Moskow untuk belajar arsitektur (teknik). Kemudian ia pun berhasil meraih gelar diploma dalam bidang teknik sipil. Setahun kemudian ia ditunjuk sebagai asisten dosen pada fakultas teknik sipil di Universitas Damaskus. Gelar magister dan doktornya diperoleh di Universitas Nasional Irlandia, masing-masing pada Tahun 1968 dan 1972 dengan spesialisasi di bidang teknik sipil, khususnya mekanika tanah dan bangunan tanah.

Pada tahun 1972 itu juga ia diangkat sebagai pengajar pada fakultas teknik sipil Universitas Damaskus dengan spesialisasi di bidang mekanika tanah dan bangunan tanah sampai sekarang. Di samping mengajar, bersama teman-temannya ia juga mendirikan sebuah kantor yang khusus menangani teknik (arsitektur) pada tahun 1972 dan di beri nama Dar al-Isytisyaretika at al-Handasiyah. Baca lebih lanjut

An-Naim

A. Pendahuluan

Pada akhir abad ke-19 M dan awal abad M abad ini merupakan gerakan pembaharuan pemikiran islam dalam modern. Namun pembaharuan di era modern sekarang ini menjadi Suatu perdebatan dan tantangan intelektual yang sangat besar. Selain adanya isu yang juga menjadi perdebatan dalam dunia internasional, untuk mewujudkan keadilan yang universal, membentuk masyarakat dan egaliterial, membebaskan individu dari ketertindasan, menggunakan sumber-sumber yang ada penggalian hokum islam dan mengaplikasinya dengan seadil-adilnya dan mempertimbangkan maslahah mursalah, sehingga tidak seorangpun tertindas dengan keberadaan hokum tersebut.

Perkembangan pemikiran dalam dunia islam yang muncul sekarang ini amatlah beragam politik, ekonomi, feminismi, dan lain-lain. Pemikiran ini muncul di wilayah afrika, India dan sudan. Selain di wilayah tersebut pemikiran dan kajian keislaman ini juga banyak berkembang di eropa dan amerika.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.